RANGKUMAN
MATERI
KESEKRETARISAN
Oleh : SARI BINTANG PURBA
AKADEMI SEKRETARI
MARSUDIRINI
ASM SANTA MARIA
KATA
PENGANTAR
Puji dan
Syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas berkat, rahmat dan
bimbingan-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan rangkuman materi kesekretarisan sesuai waktu yang telah ditentukan.
Rangkuman
kesekretarisan ini dibuat sebagai
salah satu bukti bahwa kami mengikuti perkuliahan dengan baik. Dalam penyusunan rangkuman ini, penulis mendapat
bantuan dan dukungan dari berbagai pihak oleh karena itu pada kesempatan
perkenankanlah penulis mengucapkan terima kasih kepada Yth:
1. Sr.
M Ancilla OSF,S.Pd.M.M
Direktur
ASM Santa Maria Semarang
2. Drs. Marius Pramana dosen pengampu mata
kuliah Kesekretarisan yang telah mengajarkan dan membimbing kami dalam
perkuliahan kesekretarisan.
3. Keluarga dan teman-teman yang telah banyak membantu dalam
bentuk spiritual maupun material
sehingga laporan ini selesai.
4. Semua pihak yang tidak dapat penyusun sebutkan satu per satu yang telah membantu dalam penyusunan laporan.
Penyusun menyadari bahwa
rangkuman ini jauh dari
sempurna, oleh karena itu mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun
dari segenap pembaca,demi penulis
menjadi agar lebih baik bahwa penulis telah mengikuti perkuliahan dengan baik. Penulis berharap semoga laporan ini berguna dan bermanfaat bagi
pembaca.
Semarang
Penulis
ISI RANGKUMAN
I.
KEPRIBADIAN
SEKRETARIS
1.
Pengertian
kepribadian : segala bentuk
tingkah laku tutur kata dan perbuatan yang tercermin dari dalam diri seseorang
2.
Cara
Mengembangkan Kepribadian Seorang Sekretaris
v Mengenal dirinya dengan baik
v Siap untuk menerima kritik
v Berpikir positif
v Berpikir konstruktif
3.
Syarat-syarat
kepribadian seorang sekretaris :
• Harus bersikap mawas diri
• Bersikap ramah
• Sabar
• Simpatik
• Penampilan diri yang baik
• Pandai bergaul
• Dapat dipercaya serta memegang teguh rahasia
• Dapat bijaksana terhadap orang lain
• Memiliki ingatan yang baik
• Mempunyai perhatian atas pekerjaannya, dan lain-lain
4.
Manfaat
kepribadian bagi seorang sekretaris :
q Mengetahui kelebihan
q Mendeteksi
kelemahan
q Mengetahui
potensi diri
q Mengetahui
jenis pekerjaan yang cocok dengan kita
q Dapat
menempatkan diri
q Mengenal diri
sendiri
q Mengenal
kepribadian
5.
Cara menjadi sekretaris professional :
- Menampilkan citra perusahaan
- Baik dan bertanggung jawab
- Pandai menjaga rahasia
- Tahu teknologi
- Tahu accounting dan pembukuan
- Mengetahui karakter bos
- Pandai berbicara di depan publik
- Menguasai bahasa asing
II.
Komunikasi dan Telepon
1)
Pengertian
Komunikasi dan telepon
Komunikasi adalah proses penyampaian pesan atau
berita dari pihak komunikator kepada pihak komunikan baik secara langsung
ataupun tidak,menggnakan isyarat tangan,atau menggunakansarana komunikasi
tertentu lainnya.
Telepon merupakan alat komunikasi yang digunakan untuk menyampaikan
pesan suara(terutama pesan yang
berbentuk percakapan). Kebanyakan telepon beroperasi dengan menggunakan
transmisi sinyal listrik dalam jaringan telepon sehingga memungkinkan pengguna
telepon untuk berkomunikasi dengan pengguna lainnya.
A.
Jenis-jenis
komunikai
a. Komunikasi
Verba
Adalah komunikasi yang dapat disampaikan
melalui tulisan dan lisan.
1. Secara
langsung (tatap muka)
Yang disebut dengan
komunikasi langsung yaitu bila proses penyampaian pesan dari pihak komunikator
krpada pihak komunikan langsung bertatap muka.
2. Secara
tidak langsung
Yang disebut dengan komunikasi tidak langsung yaitu bila proses
penyampaian pesan dari pihak komunikator kepada pihak komunikan melalui sebuah
media.
·
Visual
Yaitu melalui media yang dapat
dilihat,seperi surat kabar,majalah,buku.
·
Audio
Yaitu melalui proses penyampaian pesan
melalui media yang dapat didengar yaitu,radio,telpon.
·
Audiovisual
Yaitu proses
penyampaian pesan melalui media yang dapat didengar dan dilihat
yaitu,TV,telpon.
b. Komunikasi
Non Verba
Adalah komunikasi yang dapat disampaikan
melalui bahasa isyarat,ekpresi, dan gerakan tubuh.
B.
Unsur-unsur
Komunikasi
a. Komunikator
Komunikator
adalah pihak yang memberikan/menyampaikan pesan kepada pihak komunikator baik
secara langsung maupun sacara tidak langsung,verba maupun non verba.Dalam hal
ini komunikator dituntut agar dapat menyampaikan pesan dengan jelas sehingga
komunikan dapat menanggapinya dengan benar sehingga menimbulkan pengertian yang
sama.
b. Message/Pesan
Message
bisa juga disebut dengan maksut atau tujuan dari komunikator menyampaikan
berita.Dalam hal ini pesan yang dikirim harus dirangkai/disusun sedemikian rupa
agar dapat dimengerti oleh pihak komunikan.
c. Komunikan
Komunikan
adalah pihak yang menerima pesan,atau bisa juga disebut dengan pihak yang
membutuhkan pesan.
d. Media
Dalam
hal menyampaikan pesan jika secara langsung mungkin tidak membutuhkan media
akan tetapi jika secara tidak langsung media sangat dibutuhkan untuk
menyampaikan pesan. Seperti telpon,surat kabar,TV, radio,dll.
e. Feed
back (umpan balik)
Feed
back akan timbul jika pesan yang disampaikan oleh komunikator jelas,sehingga
dapat dimengerti oleh komunikan. Dalam hal ini umpan balik juga dapat disebut
dengan tanggapan.
C.
HUKUM
KOMUNIKASI
a.
REACH
Hukum # 1: Respect
Hukum pertama dalam mengembangkan komunikasi yang efektif adalah sikap
menghargai setiap individu yang menjadi sasaran pesan yang kita sampaikan.Rasa
hormat dan saling menghargai merupakan hukum yang pertama dalam kita
berkomunikasi dengan orang lain. Ingatlah bahwa pada prinsipnya manusia ingin
dihargai dan dianggap penting. Jika
kita bahkan harus mengkritik atau memarahi seseorang, lakukan dengan penuh
respek terhadap harga diri dan kebanggaaan seseorang. Jika kita membangun
komunikasi dengan rasa dan sikap saling menghargai dan menghormati, maka kita
dapat membangun kerjasama yang menghasilkan sinergi yang akan meningkatkan
efektifitas kinerja kita baik sebagai individu maupun secara keseluruhan
sebagai sebuah tim.
Hukum # 2: Empathy
Empati adalah kemampuan kita untuk menempatkan diri kita pada situasi
atau kondisi yang dihadapi oleh orang lain. Salah satu prasyarat utama dalam
memiliki sikap empati adalah kemampuan kita untuk mendengarkan atau mengerti
terlebih dulu sebelum didengarkan atau dimengerti oleh orang lain. Rasa empati
akan memampukan kita untuk dapat menyampaikan pesan (message) dengan cara dan
sikap yang akan memudahkan penerima pesan (receiver) menerimanya. Oleh karena
itu dalam ilmu pemasaran (marketing) memahami perilaku konsumen (consumer's
behavior) merupakan keharusan. Dengan
memahami perilaku konsumen, maka kita dapat empati dengan apa yang menjadi
kebutuhan, keinginan, minat, harapan dan kesenangan dari konsumen. Demikian halnya
dengan bentuk komunikasi lainnya, misalnya komunikasi dalam membangun kerjasama
tim. Kita perlu saling memahami dan mengerti keberadaan orang lain dalam tim
kita. Rasa empati akan menimbulkan respek atau penghargaan, dan rasa respek
akan membangun kepercayaan yang merupakan unsur utama dalam membangun teamwork.
Jadi sebelum kita membangun komunikasi atau
mengirimkan pesan, kita perlu mengerti dan memahami dengan empati calon
penerima pesan kita. Sehingga nantinya pesan kita akan dapat tersampaikan tanpa
ada halangan psikologis atau penolakan dari penerima.
Empati
bisa juga berarti kemampuan untuk mendengar dan bersikap perseptif atau siap
menerima masukan ataupun umpan balik apapun dengan sikap yang positif. Banyak
sekali dari kita yang tidak mau mendengarkan saran, masukan apalagi kritik dari
orang lain. Padahal esensi dari komunikasi adalah aliran dua arah. Komunikasi
satu arah tidak akan efektif manakala tidak ada umpan balik (feedback) yang
merupakan arus balik dari penerima pesan. Oleh
karena itu dalam kegiatan komunikasi pemasaran above the lines (mass
media advertising) diperlukan kemampuan untuk mendengar dan menangkap umpan
balik dari audiensi atau penerima pesan.
Hukum # 3: Audible
Makna dari audible
antara lain: dapat didengarkan atau dimengerti dengan baik. Jika empati berarti
kita harus mendengar terlebih dahulu ataupun mampu menerima umpan balik dengan
baik, maka audible berarti pesan yang kita sampaikan dapat diterima oleh
penerima pesan. Hukum ini mengatakan bahwa pesan harus disampaikan melalui
media atau delivery channel sedemikian hingga dapat diterima dengan baik oleh
penerima pesan. Hukum ini mengacu pada kemampuan kita untuk menggunakan
berbagai media maupun perlengkapan atau alat bantu audio visual yang akan
membantu kita agar pesan yang kita sampaikan dapat diterima dengan baik. Dalam
komunikasi personal hal ini berarti bahwa pesan disampaikan dengan cara atau
sikap yang dapat diterima oleh penerima pesan.
Hukum # 4: Clarity
Selain bahwa pesan
harus dapat dimengerti dengan baik, maka hukum keempat yang terkait dengan itu
adalah kejelasan dari pesan itu sendiri sehingga tidak menimbulkan multi
interpretasi atau berbagai penafsiran yang berlainan. Ketika saya bekerja di
Sekretariat Negara, hal ini merupakan hukum yang paling utama dalam menyiapkan
korespondensi tingkat tinggi. Karena
kesalahan penafsiran atau pesan yang dapat menimbulkan berbagai penafsiran akan
menimbulkan dampak yang tidak sederhana.
Clarity dapat pula berarti keterbukaan dan transparansi. Dalam berkomunikasi kita perlu mengembangkan sikap terbuka (tidak ada yang ditutupi atau disembunyikan), sehingga dapat menimbulkan rasa percaya (trust) dari penerima pesan atau anggota tim kita. Karena tanpa keterbukaan akan timbul sikap saling curiga dan pada gilirannya akan menurunkan semangat dan antusiasme kelompok atau tim kita.
Hukum # 5: Humble
Clarity dapat pula berarti keterbukaan dan transparansi. Dalam berkomunikasi kita perlu mengembangkan sikap terbuka (tidak ada yang ditutupi atau disembunyikan), sehingga dapat menimbulkan rasa percaya (trust) dari penerima pesan atau anggota tim kita. Karena tanpa keterbukaan akan timbul sikap saling curiga dan pada gilirannya akan menurunkan semangat dan antusiasme kelompok atau tim kita.
Hukum # 5: Humble
Hukum kelima dalam
membangun komunikasi yang efektif adalah sikap rendah hati. Sikap ini merupakan
unsur yang terkait dengan hukum pertama untuk membangun rasa menghargai orang
lain, biasanya didasari oleh sikap rendah
hati yang kita miliki. Dalam edisi Mandiri 32 Sikap Rendah Hati pernah
kita bahas, yang pada intinya antara lain: sikap yang penuh melayani (dalam
bahasa pemasaran Customer First Attitude), sikap menghargai, mau mendengardan
menerima kritik, tidak sombong dan memandang rendah orang lain, berani mengakui
kesalahan, rela memaafkan, lemah lembut dan penuh pengendalian diri, serta
mengutamakan kepentingan yang lebih besar.Jika komunikasi yang kita bangun
didasarkan pada lima hukum pokok komunikasi yang efektif ini, maka kita dapat
menjadi seorang komunikator yang handal dan pada gilirannya dapat membangun
jaringan hubungan dengan orang lain yang penuh dengan penghargaan (respect),
karena inilah yang dapat membangun hubungan jangka panjang yang saling
menguntungkan dan saling menguatkan.
2)
Tata Cara Sekretari Menghandle Telepon
Seorang
sekretaris yang professional pasti dapat menghandle/mengatasi
telpon dengan baik, karena seorang sekretaris adalah cermin dari suatu
perusahaan ataupun organisasi. Oleh sebab itu seorang sekretaris sebelumnya
harus telah mengetahiu tata cara bertelpon.
A. Etiket Dalam Bertelepon
Cara menelpon yang menyenangkan dan
efisien sangat berpengaruh terhadap nilai seorang sekretaris yang baik. Telepon
merupakan rasana yang penting untuk berkomunikasi dengan orang lain. Oleh
karena itu seorang sekretaris dalam menanganinya baik telepon masuk maupun
keluar hendaknya memperhatikan hal-hal berikut:
·
Melatih suaranya agar
enak didengar
·
Suara diatur agar tidak
terlalu tinggi dan rendah
·
Ucapan yang jelas
·
Perlihatkan sikap dan
kata yang baik
B. Etika menelpon
yang harus diperhatkan oleh seorang sekretari
·
Jangan mengucapkan
kata hallo , tapi ucapkanlah kata selamat pagi , siang dan malam
·
Kemudian sebutkan
identitas diri maupun identitas kantor anda.
·
Bersikaplah wajar dan
ramah dalam bertelpon.
·
Berhati-hatilah jangan
sampai nada kesal ketara dalam pembicaraan telpon anda.
·
Jangan sekali-kali
membicarakan informasi rahasia, kecuali anda yakin pengamanannya sempurna.
·
Pembicaraan telepon
jangan keras, nanti mengganggu rekan kerja anda. Tapi harus ringkas dan
terbatas soal yang penting saja. Dan jangan menggunakan telpon untuk
bergunjing.
·
Sewaktu menelpon jangan
berbicara dengan orang ke-3.
·
Jangan membuang suku
kata yang seharusnya diucapkan, misalnya “mengerjakan” menjadi “ngerjakan”.
·
Bertanya yang baik:
“boleh saya mengetahui siapa yang bebicara ?” bukan “ini siapa ?”
·
Jika pimpinan tidak
ada, dan anda tidak mampu menghadapi persoalan, jangan memberitahu keberadaan
pimpinan (mungkin pimpinan merasa terganggu).
·
Jangan berkata “tunggu
sebentar” atau “tunggu” sebaiknya tanyakan kepadanya apakah ia mau menunggu
sementara, tawarkan untuk menenpon kembali.
·
Menutup pembicaraan,
beri kesan ke pembicara bahwa anda senang berbicara dengan dia
C.
cara
menangani telpon masuk
·
Begitu telpon
bordering,sekretaris harus segera mengangkatnya,jangan sampai telpon bordering
sampai 3 kali
·
Angkat telpon
menggunakan tangan kiri dan gunakan tangan kanan untuk memegang alat tulis dan
note book.
·
Mengangkat telpon
hendaknya singkat,tepat dan jelas. Hindari penggunakan kata halo.
·
Mencatat segala pesan
dan permintaan penelpon dengan penuh perhatian.
·
Bila perlu,sekretaris
dapat meminta penelpon untuk mengeja kembali kata-kata yang asing atau nama
yang sulit.
·
Nomor-nomor telpon,angka-angka,dan
pesan-pesan penting harus diulang agar dapat dicek kebenarannya.
·
Menutup telpon setelah
penelpon memutuskan hubungan terlebih dahulu.
D.
Tata
cara menangani telpon keluar
·
Sebelum menghubungi
nomor telepon yang diinginkan, hendaknya sekretaris mencari dan mencocokkan
dengan buku telpon.
·
Terlebih dahulu
mencatat semua pokok-pokok permasalahan yang akan disampaikan pada note book.
·
Jika salah sambung
hendaknya segera minta maaf
·
Bila hubungan sudah
terhubung, sekretaris harus segera memperkenalkan diri dan memberitahu tujuan
menelpon.
·
Bila selesai mengadakan
pembicaraan letakkan kembali gagang telepon pada tempatnya.
3)
Membuat
janji tamu melalui telepon
Membuat janji tamu atau pesan sesuatu melalui telpon
hendaknya menggunakan “lembar pesan telepon/tamu”.
Hal-hal yang harus dilakukan yaitu:
·
Mengisi tanggal dan
waktu perjanjian, masalah yang akan dibicarakan dan tempat janji temu.
·
Setelah mengisi lembar
pesan telpon/tamu,sekretaris harus meletakkannya pada tempat yang langsung
dilihat oleh pimpinan.
·
Apabila pimpinan
menyanggupi waktu pertemuan yang
diajukan, segera buat penegasan kepada sipenelpon.
·
Setelah mendapat
penegasan,langkah selanjutnya adalah mencatat perjanjian pada tanggalan meja
sekretaris. Hal yang perlu dicatat pada desk calendar,yaitu:
o Nama
tamu
o Nama
kantor/perusahaan
o Masalah
yang akan dibicarakantempat di mana pertemuan akan berlangsung
·
Hendaknya sebelum
mengisi lembar pesan telpo/tamu,sekretaris harus melatih kebiasaan mencatat
semua pesan dalam note book.
4) Keuntungan dalam
menggunakan telpon
·
Tingkat kecepatannya
sangat tinggi
·
Kemampuan untuk
langsung mendapatkan umpan balik atas pesan.
·
Kemampuan untuk
menyesuaikan diri,karena pokok pembicaraan atas menelpon,juga dapat
membicarakan hal lain.
5)
kelemahan
dalam menggunakan telepon
·
Pembicaraan telepon
tidak benar-benar cocok untuk menyampaikan pesa-pesan yang rumit dan mungkin
dalam banyak kasus harus diitegaskan dengan tulisan.
·
Biasanya tidak ada
bukti bahwa pembicaraan telah benar-benar dilakukan sehingga membuka peluang
untuk penyelewengan.
·
Banyak orang gelisah
atau tidak begitu baik kondisi tubuhnya pada saat menggunakan telepon
III.
Filing (Tata warkat)
1.
Pengertian
filing
Filing adalah segala tindakan atau
perbuatan atau kegiatan yang berhubungan dengan masalah pengumpulan,
klasifikasi, penyimpanan, penempatan, pemeliharaan dan distribusi atas surat –
surat, catatan – catatan, perhitungan – perhitungan, grafik – grafik, data
ataupun informasi yang lain dan tindakan tersebut dilakukan dengan setepat –
tepatnya dalam rangka melakakukan suatu proses manajemen serta catatan maupun
surat tersebut dapat ditemukan kembali dengan mudah.Mengapa suatu Filing
diperlukan dalam suatu perusahaan ?
1) dihubungkan dengan bisa tidaknya
surat yang disimpan tersebut dipakai
2) dengan mengikuti perubahan di waktu
yang akan dating baik menyangkut masalah yang berhubungan dengan
perencanaan,pengembangan perusahaan, maupun kemajuan dan perubahan organisasi.
3) Masalah keamanan penempatan FILING
yang sebaiknya sewaktu – waktu jika diperlukan dapat dengan mudah ditemukan,
hal ini sangat penting karena menyankut dengan proses pengambilan keputusan
yang akan dilakukan perusahaan. Sehingga kecepatan waktu dalam penemuan surat
yang dibutuhkan seorang manager sangat perlu diperhatikan.
4) FILING merupakan suatu tempat
penampungan daya ingatan seorang manajer yang sewaktu – waktu jika diperlukan
harus dengan cepat ditemukan.
5) FILING yang dibuat setepat –
tepatnya baik pada saat penyimpanan disebut sebagai warkat atau PAPERS
Papers tersebut antara lain :
- Surat pembayaran barang
- Surat penerimaan barang
- Surat hutang
- Surat asuransi
- Surat penjualan barang
- Surat pengiriman barang dll
- Surat penerimaan barang
- Surat hutang
- Surat asuransi
- Surat penjualan barang
- Surat pengiriman barang dll
2.
Penyusunan papers ke dalam filing
Untuk menunjang keamanan penyimpanan papaers bisa dilakukan dengan
beberapa cara misalnya :
1) system penyusunan papers menurut abjad
Penyusunan papers berdasarkan abjad
ini masih dibagi lagi menjadi beberapa bagian misalnya berdasarkan :
a.Nama orang, nama pendaftar, nama
mahasiswa dan sebagainya
b.Masalah yang akan dibahas, topic yang dibicarakan
Untuk mempermudah penempatan dan penemuan kembali papers – papers yang bersangkutan maka sebaiknya dalam tempat penyimpanan papers pada awal nama diselipkan huruf abjad yang sesuai dengan nama depan atau huruf depannya misalnya untu setiap pengatian nama atau topic ditulis kedalam lembaran yang menonjol sehingga mudah dlama mencari topic atau nama yang lainya.
b.Masalah yang akan dibahas, topic yang dibicarakan
Untuk mempermudah penempatan dan penemuan kembali papers – papers yang bersangkutan maka sebaiknya dalam tempat penyimpanan papers pada awal nama diselipkan huruf abjad yang sesuai dengan nama depan atau huruf depannya misalnya untu setiap pengatian nama atau topic ditulis kedalam lembaran yang menonjol sehingga mudah dlama mencari topic atau nama yang lainya.
2) System penyusunan papers menurut
subyek
Penyusunan papers menurut subyek ini
merupakan modifikasi dari penyusunan papers menurut abjad. Modifikasi tersebut
dalam hal ini surta atau subyek pokoknya jadi tidak semata –mata abjadnya saja.
3) System penyusunan papers menurut
nomor
Penyusunan papers ini dengan jalan menempatkan file – file
kedalam tempat yang sesuai untuk kemudian setiap tabs (adalah lembaran menonjol
sehingga jelas menjadi pembatas antara bagian – bagian yang berbeda) dari masing
– masing file yang dibubuhi nomor dan menempatkannya sesuai dengan nomor surat.
Penyusunan ini biasa digunakan untuk paper-papers seperti cek, wesel atau surat
– surat berharga lainnya.
4)
System penyusunan papers menurut daerah
File ini digunakan pada instansi
atau perusahaan yang mempunyai kantor cabang.
Manfaat penggunaan system file ini yaitu dapat dengan mudah mengetahui luasnya wilayah penjualan atau tanggung jawab masing-masing cabang sehingga dapat membuat atau memperkirakan anggaran belanja, oengahasilan , biaya perseorangan yang dibutuhkan untuk memperlancar operasi perusahaan.
Manfaat penggunaan system file ini yaitu dapat dengan mudah mengetahui luasnya wilayah penjualan atau tanggung jawab masing-masing cabang sehingga dapat membuat atau memperkirakan anggaran belanja, oengahasilan , biaya perseorangan yang dibutuhkan untuk memperlancar operasi perusahaan.
5)
System penyusunan papers menurut waktu
Penyusunan file dilakukan dengan
memperhatikan urutan waktu penerimaan papers dan jangan lupa system ini sangat
ditunjang keberhasilannya dengan memakai system tabs.Cara ini biasanya dipakai
untuk mencatat semua tagiahan menurut urutan jatuh tempo atau pemberian kredit
usaha ataupun korespondensi dan sebagainya.
Manfaat system ini bisa diketahui kapan suatu piutang sudah saatnya ditagih, beberapa jumlahnya dan berapa denda atau biaya ditanggung dalam jangka waktu pendek, kapan saat mendesaknya dan sebagainya.
Manfaat system ini bisa diketahui kapan suatu piutang sudah saatnya ditagih, beberapa jumlahnya dan berapa denda atau biaya ditanggung dalam jangka waktu pendek, kapan saat mendesaknya dan sebagainya.
3.
Tata
cara penyimpanan file atau arsip
1. Berikut ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk
menyimpan file atau arsip.
1. Horizontal Filing (Flat Filing)
Penyimpanan arsip dengan cara arsip dimasukkan dalam stofmap atau snelhechter kemudian ditumpuk ke atas dalam alamari arsip (disusun secara mendatar/ horizontal dari bawah ke atas).
2. Vertikal Filing
Penyimpanan arsip dengan cara arsip dimasukkan dalam folder/ map arsip kemudian diletakkan berdiri/ tegak memanjang (sisi panjang arsip sejajar dengan lipatan folder/ map) dan disusun berurutan dari depan ke belakang.
3. Lateral Filling
Penyimpanan arsip dengan cara arsip dimasukkan dalam snelhechter atau brief ordner kemudian diletakkan berdiri dengan punggung di depan.
1. Horizontal Filing (Flat Filing)
Penyimpanan arsip dengan cara arsip dimasukkan dalam stofmap atau snelhechter kemudian ditumpuk ke atas dalam alamari arsip (disusun secara mendatar/ horizontal dari bawah ke atas).
2. Vertikal Filing
Penyimpanan arsip dengan cara arsip dimasukkan dalam folder/ map arsip kemudian diletakkan berdiri/ tegak memanjang (sisi panjang arsip sejajar dengan lipatan folder/ map) dan disusun berurutan dari depan ke belakang.
3. Lateral Filling
Penyimpanan arsip dengan cara arsip dimasukkan dalam snelhechter atau brief ordner kemudian diletakkan berdiri dengan punggung di depan.
4. Prosedur penyimpanan
data
a)
Meneliti
dulu tanda pada lembar disposisi apakah surat tersebut sudah boleh untuk
disimpan ( meneliti tanda pelepas surat/ release mark ).
Tanda pelepas surat biasanya berupa disposisi dep. (deponeren) yang menunjukkan perintah untuk menyimpanan surat.
Tanda pelepas surat biasanya berupa disposisi dep. (deponeren) yang menunjukkan perintah untuk menyimpanan surat.
b)
Mengindeks
atau memberi kode surat tersebut.
Indeks/ kode surat dibuat sesuai sistem penyimpanan arsip yang dipergunakan dan dibuat untuk memudahkan penyimpanan dan penemuan kembali surat.
Indeks/ kode surat dibuat sesuai sistem penyimpanan arsip yang dipergunakan dan dibuat untuk memudahkan penyimpanan dan penemuan kembali surat.
c) Menyortir atau memisah-misahkan surat sesuai
dengan bagian, masalah atau tujuan surat.Kegiatan menyortir/ memisah-misahkan
surat sebelum disimpan biasanya dilakukan dengan menggunakan rak/ kotak sortir.
d)
Menyimpan
surat ke dalam map (folder).
Penyimpanan surat ke dalam map/ folder dapat menggunakan stofmap folio, snelhechter, brief ordner, portapel ataui folder gantung kemudian dimasukkan ke dalam almari arsip/ filing cabinet atau alat penyimpanan arsip yang lain.
Penyimpanan surat ke dalam map/ folder dapat menggunakan stofmap folio, snelhechter, brief ordner, portapel ataui folder gantung kemudian dimasukkan ke dalam almari arsip/ filing cabinet atau alat penyimpanan arsip yang lain.
e) Menata arsip dengan baik sesuai dengan sistem
yang dipergunakan.
Penyimpanan arsip dapat menggunakan sistem penyimpanan arsip sebagai berikut :
a. Sistem Abjad (Alphabetic Filing System)
b. Sistem Tanggal (Chronological Filing System)
c. Sistem Nomor (Numeric Filing System)
d. Sistem Wilayah (Geographic Filing System )
e. Sistem Subyek/ Pokok Masalah (Subject Filing System)
Penyimpanan arsip dapat menggunakan sistem penyimpanan arsip sebagai berikut :
a. Sistem Abjad (Alphabetic Filing System)
b. Sistem Tanggal (Chronological Filing System)
c. Sistem Nomor (Numeric Filing System)
d. Sistem Wilayah (Geographic Filing System )
e. Sistem Subyek/ Pokok Masalah (Subject Filing System)
IV.
Menangani
alat tulis dan perlengkapan kantor
1. Pengertian kantor
Istilah
kantor dari bahasa belanda yaitu kantoor.
v Peralatan kantor memiliki beberapa pengertian
diantaranya :
• Ruang kerja, ruang tulis
• Markas dimana seseorang pengusaha beserta stafnya menjalakan usahanya
• Instansi, perusahaan dan badan usaha.
• Ruang kerja, ruang tulis
• Markas dimana seseorang pengusaha beserta stafnya menjalakan usahanya
• Instansi, perusahaan dan badan usaha.
v Kantor
dalam arti statis: menggambarkan suatu tempat berupa gedung dan fasilitas
perlengkapanya; statis berarti diam, tetap, tak bergerak.
v Kantor
dalam arti dinamis menunjukan kegiatan yang dilaksanakan dalam suatu tempat;
dinamis berarti bergerak dan senantiasa berubah.
2.
Mesin-mesin kantor
Yang dimaksud
dengan mesin-mesin kantor adalah segenap alat yang digunakan untuk menghimpun,
mencatat dan mengolah bahan – bahan keterangan dalam pekerjaan tata usaha.
A. Macam-macam
mesin kantor
a. Mesin
ketik (type writer)
b. Mesin
dikte (dictating machine)
c. Mesin
hitung (calculating machine)
d. Mesin
keperluan surat menyurat (mailing equipment)
e. Mesin
pengganda warkat (duplicator/copier)
f. Mesin
komunikasi(communication Equipment)
B. Macam-macam peralatan kantor:
v Macam
peralatan yang bukan mesin kantor menurut Leffing Well dan Pobinson
a) Bak
surat (dask trays)
b) Kalender
meja (desk calendar)
c) Mistar
(ruler)
d) Pena (pens)
e) Tangkai
pena (pen holder)
f) Pensil
(pencils)
g) Pena
berwarna (colored pencil)
h) Penghapus
pensil (eraser)
i)
Kertas-kertas isap
(blotter)
j)
Gunting (shears)
k) Penjepret kawat (setlaper)
l)
Bak untuk jepitan
kertas (tray for clips)
m) Bak
untuk jarum-jarum (tray for pins).
n) Bak
untuk karet
o) karet
gelang (tray for rubber bands)
p) Berkas-berkas
jepitan (binders)
q) Cap
tanggalan (band dater)
r) Bantalan
cap (stamp pad)
s) Balngko-blangko
formulir permintaan keperluan tulis menulis (stationery requistions)
v Macam-macam
peralatan yang termasuk mesin-mesin kantor
a) Mesin
kartu berulang (purches card machines)
b) Mesin
jumlah (adding machines)
c) Mesin
hitung (calculating machines)
d) Mesin
tulis (type machines)
e) Mesin
pengganda reproducing machines) f. Mesin label labeling machines)
f) Mesin
penomor (numbering machines)
g) Mesin
penghimpun lembar stensil (collator)\
h) Mesin
pelipat surat dan pemasuk sampul surat (folding machine and mail inserter)
i)
Mesin perekam (tape
recorder Dictaphone, transcriber)
3.
PERALATAN KANTOR
Peralatan
kantor adalah segenap alat yang dipergunakan dalam pekerjaan tata usaha.Menurut
kamus bahasa Indonesia, perlatan kantor berarti suatu yang dapat dipakai
sebagai alat dalam mencapai maksud dan tujuan. Jadi peralatan kantor atau media
kantor juga berfungsi sebagai syarat atau upaya untuk mencapai sesuatu
4.
PERABOT
KANTOR
Perabot kantor adalah benda-benda
kantor yang pada umumnya terbuat dari kayu yang dipergunakan untuk melaksanakan
tugas tata usaha.
Perabot kantor yang paling utama untuk menunjang
pelaksanaan pekerjaan kantor adalah :
1) Meja tulis, meja mesin tik, dan computer
2) Kursi
3) Lemari yang dapat dikunci
4) Rak buku arsip
5) Box, peti kayu
5.
PERABOT KANTOR TEMPELAN
Perabot kantor
tempelan adalah: perabot kantor yang melekat (menjadi satu) dengan bangunan
lain dalam kantor
Contohnya :
1) Hiasan atau lukisan dinding
2) Bunga
– bunga
3) Akuarium
4) Lampu
hias
5) Kolam
6) Taman, Dll
6.
HIASAN KANTOR
Hiasan kantor adalah benda – benda kantor yang pada umumnya menambah suasana menyenangkan di dalam kantor
Hiasan kantor adalah benda – benda kantor yang pada umumnya menambah suasana menyenangkan di dalam kantor
7. PESAWAT
KANTOR
Pesawat kantor
adalah semua mesin komunikasi yang berfungsi sebagai alat untuk mengadakan
komunikasi
1) Keuntungan
adanya pesawat komunikasi dalam kantor:
1. Penyampaian informasi dapat dilakukan secara cepat dan efesien
2. Menghemat tenaga dalam pelaksanaan tata hubungan dilingkungan kantor
3. Meningkatkan produktifitas kerja
1. Penyampaian informasi dapat dilakukan secara cepat dan efesien
2. Menghemat tenaga dalam pelaksanaan tata hubungan dilingkungan kantor
3. Meningkatkan produktifitas kerja
2) Mempercepat
proses pekerjaan
Jenis pesawat kantor antara lain:
a)
Intercom
b)
Telepon
c)
Handpone
d)
Switch board
e)
Loudspeaking telephon
f)
Telephone autolering
machine
g)
Dictaphone
h)
Teleks
i)
faximile
8.
ALAT
BANTU PERAGA
• Alat
bantu peraga adalah alat yang dipergunakan untuk membantu kelancaran komunikasi
antara penyaji dan pendengar (biasanya digunakan dalam rapat dll)
• Fungsi
alat bantu peraga
1.
Membantu menyajikan dalam
mengarahkan isi presentasi
2. Menamamkan ide dengan lebih baik, lebih kuat dan mendalam
3. Menghindari verbalisme/penggunaan kata berlebihan
4. Menimbulkan perhatian
5. Menghemat waktu karena proses pendalamam dan pemahaman dapat berjalan lancear dan mudah
2. Menamamkan ide dengan lebih baik, lebih kuat dan mendalam
3. Menghindari verbalisme/penggunaan kata berlebihan
4. Menimbulkan perhatian
5. Menghemat waktu karena proses pendalamam dan pemahaman dapat berjalan lancear dan mudah
9. Maksud dan tujuan
menggunakan alat peraga:
1) Membantu
penyempurnaan mode penyajian/presentasi sehingga didapatkan komunikasi efektif
2) Menimbulkan
perhatian untuk memberikan variasi pada cara penyajian sehingga tidak menimbulkan
kebosanan
3) Memudahkan
pengertian dan memberikan kesan yang lama
4) Menghemat
waktu selama pertemuan berlangsung
V.
PERJALANAN
DINAS
Mengatur
Perjalanan Dinas Pimpinan
Sebagai seorang sekretaris,
pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki sangat berperan penting dalam
mengatur semua kegiatan pimpinan. Salah satunya adalah dalam mengatur
perjalanan dinas. Persiapan perjalanan dinas yang matang diharapkan akan
memberi banyak manfaat dalam rangka pengembangan aktivitas instansi atau
perusahaan.
Berikut tugas-tugas sekretaris dalam
mengatur perjalanan dinas pimpinan:
- Mengetahui
maksud tujuan perjalanan dinas
- Mengatur
jadwal perjalanan dan pertemuan
- Mengatur
tanggal keberangkatan
- Mengurus
akomodasi (transportasi dan penginapan)
- Mempersiapkan
dokumen (surat-surat yang diperlukan)
- Mempersiapkan
keperluan keuangan
Pengaturan yang baik serta perhatian
penuh dari sekretaris sangat memengaruhi keberhasilan perjalanan dinas
pimpinan. Sebelum pimpinan melakukan perjalanan dinas, beliau harus mengetahui
semua yang sudah dijadwalkan maupun yang sudah disiapkan oleh sekretarisnya,
baik dari hal kecil sampai hal yang paling besar.
Mengatur
perjalanan dinas pimpinan
Perjalanan dinas pimpinan dapat
dibedakan berdasarkan kualifikasi tujuan, sarana transportasi yang digunakan,
lama perjalanan, dan wilayah atau kota yang akan dituju. Ada tiga macam
perjalanan dinas yang dilakukan oleh pimpinan, yaitu: (1) perjalanan dinas
lewat darat, (2) perjalanan dinas lewat udara, dan (3) perjalanan dinas
lewat laut.
Perjalanan dinas lewat darat dapat
dilakukan dengan mobil perusahaan, travel, bus, atau kereta api. Perjalanan
dinas dengan menggunakan mobil perusahaan dilakukan apabila jarak perusahaan
dan tempat tujuan relatif dekat. Perjalanan dengan menggunakan jasa biro
ditetapkan apabila jarak perusahaan dengan tujuan relatif jauh.
Di bawah ini akan diuraikan apa saja
yang dibutuhkan saat melakukan perjalanan dinas lewat darat:
- Gunakan
rute dan peta yang akan dituju untuk lebih mudah mencari tempat yang akan
dituju apabila lokasi tersebut belum diketahui dengan pasti.
- Carilah
kondisi cuaca dan jalan yang akan dilewati apakah jalanan tersebut dapat
dilewati dengan baik dan mampu sampaidi tempat yang dituju sesuai dengan
jadwal yang sudah diagendakan.
- Siapkan
rencana perjalanan, termasuk keterangan mengenai janji pertemuan dan rapat
yang harus diikuti, serta nomor telepon dan alamat perusahaan yang akan
dikunjungi.
- Cek
kembali dokumen-dokumen yang akan digunakan oleh pimpinan saat rapat
(pastikan semua dokumen yang dibutuhkan lengkap).Mengatur
Perjalanan Dinas Pimpinan (3)
Pada DIS yang sebelumnya saya sudah menjelaskan perjalanan dinas
pimpinan lewat darat. Kali ini saya akan menjelaskan perjalanan dinas pimpinan
menggunakan jalur udara. Perjalanan dinas pimpinan lewat udara dengan
menggunakan fasilitas pesawat udara hendaknya benar-benar dipertimbangkan
tingkat efektivitas dan efisiensinya. Mendesak atau tidaknya waktu dan urusan
yang diperlukan untuk menyelesaikan masalah serta kondisi keuangan perusahaan
hendaknya menjadi pertimbangan untuk memutuskan penggunaan alat transportasi
pesawat udara.
Persiapan dan tugas yang
harus dilakukan sekretaris adalah:
- Dapatkan tiket pesawat terbang,
bisa penerbangan pada kelas ekonomi atau kelas utama. Biasanya perusahaan
telah menentukan kelas apa yang cocok untuk pimpinan.
- Carilah keterangan dari pelabuhan
udara mana pesawat akan diberangkatkan, serta dengan cara apa pimpinan
harus pergi ke sana. Tanyakan pukul berapa pimpinan harus sudah sampai
lapangan terbang dan waktu keberangkatan.
- Dapatkan mata uang asing, travellers
cheque, dan surat izin bepergian.
- Periksalah apakah koper yang
dibawanya sudah melebihi berat maksimum atau belum.
- Pastikan kembali apakah
surat-surat, paspor, visa, dan hal penting yang akan dibawa sudah
tersusun dengan baik dan tidak ada yang tertinggal.
- Pastikan jadwal pimpinan pulang
kembali sudah diketahui oleh sekretaris, agar pimpinan bisa dijemput tepat
waktu ketika sudah tiba di bandara.
Pada DIS berikutnya saya akan menjelaskan lebih luas lagi mengenai
hal-hal apa saja yang diperlukan dalam kegiatan perjalanan dinas pimpinan.
Mengatur
Perjalanan Dinas Pimpinan
Dalam membuat laporan perjalanan
dinas dibutuhkan beberapa catatan yang terkait di dalam pelaksanaan
dinas. Apabila pimpinan telah selesai melakukan perjalanan dinas, tugas seorang
sekretaris selanjutnya ialah membuat laporan keuangan perjalanan dinas. Semua
pengeluaran akan diinventariskan dan diarsipkan untuk penyusunan laporan. Semua
catatan dan buku pengeluaran pimpinan saat melakukan perjalanan dinas
dari data tersebut dapat memperlihatkan pengeluaran mana yang masih dapat
dikembalikan kepada bagian keuangan. Berikut langkah-langkah menyusun laporan
biaya perjalanan:
1) Menginventaris/mengumpulkan tanda
bukti pengeluaran berupa kas bon, kuitansi, dan nota.
2) Mengelompokan tanda bukti pada
pos-pos tertentu, misalkan biaya penginapan, biaya kegiatan, transpor, dan entertaiment
(biaya entertaiment ialah biaya yang digunakan untuk menjamu relasi).
3) Membuat kas bon kuitansi dari pihak
perusahaan untuk tanda bukti pengeluaran dari luar, misalnya hotel dan
restoran.
4) Mencatat pada laporan entertainment
semua pengeluaran yang berhubungan dengan menjamu relasi setelah dibuatkan kas
bon/kuitansi.
5) Membuat biaya perjalanan secara
keseluruhan.
6) Membuat surat tagihan penggantian
apabila ada biaya yang mesti ditagih kepada klien.
Apabila dana perjalanan lebih besar
dari biaya pengeluaran, sisanya akan dikembalikan kepada bagian keuangan.
Sebaliknya, bila dana perjalanan lebih kecil dari biaya pengeluaran, pihak
keuangan mengganti kekurangan tersebut.
VI.
SURAT
DINAS
1. Pengertian Surat Dinas
Surat dinas
ditulis untuk keperluan komunikasi antara kantor yang satu dan kantor yang lain
atau antarorganisasi. Surat dinas dibuat oleh seseorang yang berkedudukan
sebagai pejabat instansi pemerintah sehingga surat ini disebut juga surat
jabatan.
Sebuah surat dinas dapat juga disebut surat resmi karena
dikeluarkan oleh instansi resmi pemerintah atau bukan swasta. Namun, surat
resmi belum tentu dapat disebut sebagai surat dinas.
Menulis surat
dinas tentu berbeda dengan menulis kedua jenis surat yang lain yaitu surat
pribadi dan surat niaga. Menulis surat dinas harus mengikuti aturan tertentu
mengenai sistematika, isi, dan bahasa surat.
2. Syarat sebuah surat
dinas:
1) Format
dan bentuk surat menarik, yaitu tempat teratur dan tidak diletakkan seenaknya,
isi tidak terlalu panjang, yaitu langsung pada sasaran dan tidak bertele-tele
2) Bahasa
harus jelas, padat, baku, umum, yaitu harus komunikatif, sopan, mudah dipahami,
simpatik, dan tidak menyinggung perasaan penerima, harus bersih dan
menggambarkan citra pengirimnya.
3. Beberapa jenis surat
yang termasuk
Jenis
surat dinas adalah sebagai berikut :
1)
Surat
Permohonan
Surat permohonan
berisi permohonan atau permintaan sesuatu kepada pihak lain. Misalnya
permohonan kepada seseorang untuk menjadi pembicara dalam suatu seminar,
permohonan kepada pejabat untuk meresmikan suatu acara, Permohonan untuk
menyebarluaskan suatu informasi, Permohonan izin, Permohonan mutasi/pindah
tugas, dan permohonan peminjaman sesuatu.
Surat permohonan
lazimnya dikirimkan kepada instansi yang secara structural organisasi lebih
tinggi. Sementara untuk instansi atau pejabat yang lebih rendah, lebih tepat
disebut sebagai surat permintaan atau penugasan Dalam surat permohonan harus
disebutkan pokok pokok sebagai berikut.
a)
Identitas pemohon.
b)
Isi permohonan.
c)
Tujuan dan alasan memohon.
d)
Batas waktu maksimal untuk menjawab permohonan.
e)
Pernyataan kesungguhan dalam memohon
2)
Surat
Pemberitahuan
Surat
pemberitahuan berisi suatu pengumuman atau sosialisasi informasi baru yang
perlu diketahui oleh pihak lain yang terkait. Surat ini sifatnya hanya
mengabarkan suatu berita sehingga tidak perlu untuk ditanggapi dalam bentuk
surat. Secara umum, sistematika surat pemberitahuan adalah sebagai berikut.
a) Bagian
pembuka, berisi masalah pokok surat
b) Bagian
isi, berisi rincian, uraian, keterangan, atau penjelasan dari masalah pokok
yang akan diberitahukan.
c) Bagian
penutup, berisi harapan agar pihak yang dituju memaklumi hal yang disampaikan.
VII.
CARA KERJA EFISIEN DAN AGENDA KERJA PIMPINAN
Pengertian Efisien
Kata efisien menurut kamus besar bahasa Indonesia
yaitu tepa atau sesuai untuk mengerjakan (menghasilkan) sesuatu (dengan tidak
membuang-buang waktu, tenaga, biaya), mampu menjalankan tugas dengan tepat dan
cermat, berdaya guna, bertepat guna. Sedangkan efisiensi adalah penggunaan
sumber daya secara minimum guna pencapaian hasil yang optimum.Efisiensi
menganggap bahwa tujuan-tujuan yang benar telah ditentukan dan berusaha untuk
mencari cara-cara yang paling baik untuk mencapai tujuan-tujuan
tersebut.Efisiensi hanya dapat dievaluasi dengan penilaian-penilaian relatif,
membandingkan antara masukan dan keluaran yang diterima.
A. Pengertian agenda kerja
Agenda
kerja adalah aktivitas yang menggambarkan mengenai pekerjaan yang akan
dilaksanakan sesuai dengan petunjuk cara kerjanya yang di muat di dalam suatu
catatan yang disusun secara terperinci. Agenda kerja ini pada umumnya
menyangkut dengan jangka waktu penyelesaian atau pelaksanaan,penggunaan
material, dan peralatan yang di butuhkan, pembagian wewenang dan tanggung jawab,kejelasan
yang dianggap perlu terhadap hal yang dituliskan.
B.
Manfaat
agenda kerja
a) Memudahkan
pimpinan dalam segala kegiatan yang
harus dilakukan nya.
b) Memperlancar kegiatan pimpinan yang pimpinan
lakukan di luar kantor misalnyadengan instansi lain.
c) Menjadi
pengingat bagi pimpinan dalam tugas-tugas yang akan dilaksanakan
C. Pembuatan agenda kerja pimpinan
Jadwal
pimpinan harus diatur dan diperhitungkan secermat mungkin, mengingat pimpinan
yang mempunyai banyak kegiatan sehingga pimpinan tidak mungkin menghadiri dan
melaksanakan semua kegiatan sekaligus.Untuk itu, sekertaris harus dapat
mengatur kegiatan berdasarkan skala prioritas.Hal yang paling penting menjadi
urutan teratas yang diprioritaskan.
Contoh:
JADWAL
PERJALANAN DINAS PIMPINAN
No
|
Tanggal
|
Jenis Kegiatan
|
Tempat
|
1
|
1 Desember2010
|
Rapat umum
|
Jakarta
|
2
|
3 Desember
|
Seminar
|
Surabaya
|
3
|
5 November 2000
|
Makan malam
|
Surabaya
|
Agar kegiatan pimpinan dapat terlaksana dengan tertib
dan lancar, jadwal kegiatan dapat disusun dalam jangka waktu tertentu, misalnya
harian, mingguan, atau bulanan.Penentuan jadwal tidak mempunyai ketentuan yang
pasti, sangat tergantung pada tingkat kebutuhan.Semua kurun waktu memiliki
kelebihan dan kekurangan. Kurun waktu singkat, seperti jadwal mingguan, lebih
mudah dikoreksi mengingat kegiatan yang diperhatikan hanya satu minggu, akan
tetapi sulit membuat program untuk minggu-minggu selanjutnya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar